Soppeng, newspost. web. id, — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, SE, memberikan penjelasan terkait berkembangnya pemberitaan mengenai ketidakhadiran Bupati Soppeng Suwardi Haseng, yang juga merupakan salah satu pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, dalam kegiatan Konsolidasi Partai Golkar Wilayah Sulsel II yang digelar di Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, penjelasan ini penting disampaikan agar informasi yang berkembang tidak dipahami secara sepihak dan tidak menggiring opini seolah-olah tuan rumah pelaksana dengan sengaja mengabaikan pihak tertentu dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan Konsolidasi Partai Golkar Wilayah Sulsel II merupakan agenda resmi yang diselenggarakan oleh DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan ini, DPD II Partai Golkar Soppeng dipercaya sebagai tuan rumah pelaksana di daerah. Karena itu, perlu dibedakan secara jelas antara penyelenggara kegiatan dan tuan rumah pelaksana teknis.
DPD II Golkar Soppeng menegaskan bahwa kewenangan terkait penyusunan daftar undangan dan pendistribusian undangan resmi berada pada DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara utama kegiatan. Dengan demikian, tidak tepat apabila persoalan undangan tersebut sepenuhnya diarahkan kepada DPD II Golkar Soppeng.
“Perlu diluruskan bahwa DPD II Golkar Soppeng bukan pihak yang menentukan daftar undangan resmi. Kami adalah tuan rumah pelaksana yang menjalankan amanah teknis di daerah. Kewenangan undangan berada pada DPD I Golkar Sulsel sebagai penyelenggara utama kegiatan,” demikian penegasan DPD II Golkar Soppeng.
DPD II Golkar Soppeng juga menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini merupakan agenda internal Partai Golkar
“Perlu juga kami tegaskan bahwa kegiatan ini adalah konsolidasi internal partai. Jadi tidak tepat jika kemudian muncul tafsir seolah-olah ada pihak pemerintahan atau Forkopimda yang sengaja tidak diundang. Format kegiatannya memang internal kepartaian, bukan agenda pemerintahan,” jelasnya.
DPD II Golkar Soppeng juga menyayangkan apabila persoalan teknis undangan kemudian berkembang menjadi narasi yang seolah-olah ada unsur kesengajaan untuk tidak menghadirkan pihak tertentu. Narasi seperti itu dinilai tidak produktif dan berpotensi mengaburkan substansi utama kegiatan konsolidasi, yaitu memperkuat soliditas Partai Golkar.
Terlebih, DPD II Golkar Soppeng sejak awal telah menyiapkan kursi dengan label nama yang ditempatkan berdampingan dengan jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel untuk Bapak Suwardi Haseng dalam kegiatan tersebut. Hal itu menjadi bukti bahwa tidak ada sikap mengabaikan, apalagi menutup ruang kehadiran beliau dalam agenda konsolidasi partai.
Namun demikian, DPD II Golkar Soppeng memandang bahwa dinamika ini harus ditempatkan secara proporsional. Jika terdapat persoalan komunikasi, maka hal tersebut semestinya dibaca sebagai persoalan koordinasi internal, bukan dijadikan bahan untuk membangun opini yang dapat memperlebar jarak di antara sesama kader Golkar.
Partai Golkar adalah organisasi besar yang memiliki mekanisme, struktur, dan tata kelola. Karena itu, setiap pihak diharapkan memahami batas kewenangan masing-masing agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru di ruang publik.
DPD II Golkar Soppeng menilai bahwa dalam momentum konsolidasi, seluruh kader seharusnya mengedepankan semangat membesarkan partai, bukan memperbesar perbedaan persepsi. Kritik tentu penting, tetapi kritik juga harus diletakkan di atas data, kewenangan, dan fakta yang utuh.
“Jangan sampai persoalan teknis komunikasi ditarik terlalu jauh menjadi isu politik yang justru merugikan Partai Golkar sendiri. Kalau ada yang perlu dievaluasi, mari evaluasi secara internal dan dewasa. Tetapi jangan membangun kesan seolah-olah DPD II Golkar Soppeng sengaja mengabaikan pihak tertentu,” tegasnya.
DPD II Golkar Soppeng juga menyampaikan bahwa suksesnya kegiatan konsolidasi tersebut tidak lepas dari kepercayaan DPD I Golkar Sulsel, khususnya Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, H. Muhidin Mohamad Said, SE., M.B.A., yang telah memberikan amanah kepada Soppeng sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Kepercayaan tersebut telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh DPD II Golkar Soppeng bersama seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan menjadi ruang penting untuk memperkuat konsolidasi kader Partai Golkar di wilayah Sulsel II.
DPD II Golkar Soppeng berharap seluruh dinamika yang muncul pascakegiatan ini tidak menggeser tujuan utama konsolidasi. Partai Golkar harus tetap tampil sebagai partai yang matang, solid, dan mampu menyelesaikan setiap dinamika internal dengan cara-cara yang beradab dan organisatoris.
Ke depan, DPD II Golkar Soppeng mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi, menjaga soliditas, dan tidak mudah membiarkan isu teknis berkembang menjadi polemik politik yang tidak perlu.
“Golkar harus lebih besar dari sekadar perbedaan komunikasi. Yang dibutuhkan hari ini adalah soliditas, kedewasaan politik, dan kesadaran bersama bahwa kerja-kerja partai harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat, daerah, dan bangsa,” tutup H. Andi Kaswadi Razak, SE. (Tim)







