KOLAKA, news posting. web. idi, — Kenyamanan penumpang kapal penyeberangan Raja Laut rute Kolaka–Bajoe menjadi sorotan setelah sejumlah penumpang melaporkan adanya kecoak yang berkeliaran di dalam area kapal saat pelayaran berlangsung.
Keluhan itu mencuat dari beberapa penumpang yang mengaku melihat serangga tersebut di sejumlah titik, mulai dari lorong kapal hingga area tempat duduk penumpang. Keberadaan kecoak dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terkait aspek kebersihan serta sanitasi kapal.
“Ini perjalanan laut yang memakan waktu cukup lama. Seharusnya kebersihan benar-benar diperhatikan. Kalau ada kecoak, tentu membuat kami tidak nyaman,” ujar salah seorang penumpang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Rute penyeberangan ini menghubungkan Kolaka dengan Bajoe dan menjadi salah satu jalur transportasi laut strategis bagi mobilitas warga di dua provinsi. Setiap harinya, kapal pada lintasan tersebut mengangkut penumpang dari berbagai kalangan, baik untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan, perdagangan, maupun urusan keluarga.
Sejumlah penumpang menilai, sebagai moda transportasi publik, kapal penyeberangan semestinya memenuhi standar kebersihan dan pelayanan yang layak. Selain faktor kenyamanan, sanitasi kapal juga berkaitan langsung dengan kesehatan penumpang, terutama dalam perjalanan yang berlangsung berjam-jam.
Pengamat transportasi laut yang dihubungi secara terpisah menilai, pengelola kapal perlu melakukan inspeksi dan pengendalian hama secara berkala. “Keberadaan serangga seperti kecoak biasanya berkaitan dengan pengelolaan sampah dan kebersihan ruang tertutup. Ini perlu penanganan rutin, bukan hanya sesekali,” ujarnya.
Di sisi lain, belum dapat dipastikan apakah kemunculan kecoak tersebut bersifat insidental atau mencerminkan persoalan kebersihan yang lebih sistemik. Penumpang berharap pihak operator kapal segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk peningkatan frekuensi pembersihan, penyemprotan disinfektan, dan pengawasan area dapur maupun ruang penyimpanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kapal terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas laporan penumpang.
Masyarakat berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat jalur Kolaka–Bajoe merupakan urat nadi transportasi laut yang menunjang aktivitas sosial dan ekonomi kawasan. Transparansi dan respons cepat dari operator diharapkan dapat memulihkan kepercayaan serta menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang ke depan.
Editor: Rudi
Redaksi: Harus, S








