Berita:newspost.web.id, -
Soppeng, — Di tengah dinamika yang terjadi antara Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Farid, dan Kepala Bidang BKPSDM Kabupaten Soppeng, Rusman, masyarakat menyuarakan harapan yang sama, yakni terciptanya suasana damai dan kebersamaan demi kebaikan daerah. Hal tersebut mengemuka dalam berbagai aspirasi publik pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian masyarakat luas. Namun, bagi warga, yang terpenting adalah terciptanya kondisi yang tenang, sejuk, dan kondusif agar roda pemerintahan tetap berjalan harmonis serta pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Ketua LSM Lidik Soppeng, Gasali Makkaraka, menilai bahwa perbedaan pendapat dalam pemerintahan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Menurutnya, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan menjadi kunci utama terciptanya suasana yang damai.
“Perbedaan adalah bagian dari proses demokrasi. Ketika kepentingan masyarakat ditempatkan di atas kepentingan pribadi, di situlah letak kebesaran jiwa seorang pemimpin,” ujarnya.
Gasali juga mengapresiasi pernyataan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang disampaikan melalui staf ahlinya di salah satu media daring. Dalam keterangannya, Bupati menegaskan tidak mencampuri polemik tersebut, namun berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan secara bijak dan kembali fokus menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Menurut Gasali, setiap manusia tidak terlepas dari kekhilafan. Karena itu, nilai Sipakainge, saling mengingatkan, saling memaafkan, serta membuka ruang dialog merupakan langkah mulia yang mencerminkan kepemimpinan arif dan berjiwa besar. Katanya
Senada dengan yang disampaikan Ketua LSM LIDIK dan Ketua IWO Soppeng, Kamaruddin, menanggapi pernyataan Bupati Soppeng.
Namun, Kamaruddin selaku Ketua IWO Soppeng menyampaikan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kehilafan dan kesalahpahaman yang biasa terjadi. Dari sisi itulah, kita sebagai orang Bugis Soppeng harus menjadi simbol budaya dan keagamaan untuk saling mengingatkan. Dalam arti bahasa Bugis dikenal dengan istilah “Sipakainge”, yakni saling mengingatkan kepada sesama muslim, ujarnya.
Masyarakat Kabupaten Soppeng berharap polemik ini segera menemukan titik temu. Di atas segala perbedaan, terdapat tanggung jawab bersama untuk menjaga daerah tetap aman, rukun, dan penuh semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh warga. (H.R)









