• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ironis! Bappenas-Kemensos Luncurkan Bantuan Pangan, Warga Miskin Kel. Bila Soppeng Malah Gigit Jari

    NewsPost
    Rabu, 27 Mei 2026, 01:27 WIB Last Updated 2026-05-26T18:27:17Z

      

     Tukang Ojek Ngaku Cuma 2 Bulan Dapat, Lurah Baru Tak Tahu Menahu. SIN Sulsel: Data BPS Soppeng Tak Sesuai Fakta, Warga Desil 1–4 ‘Loncat’ Jadi Kaya


     SOPPENG, http://NewsPost.web.id* – Program bantuan pangan pemerintah pusat yang digadang-gadang jadi jaring pengaman sosial justru memantik kekecewaan di Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Soppeng. Sejumlah warga miskin di wilayah itu mengaku hanya bisa menjadi ‘penonton’.


    JMD, warga Sewo Kelurahan Bila yang berprofesi tukang ojek, menuturkan pilunya. Ia mengaku hanya dua bulan menikmati bantuan beras. Setelah itu, bantuan raib total hingga kini. 


    “Kami hanya pernah dapat bantuan selama dua bulan, setelah itu tidak pernah lagi sampai saat ini,” keluh JMD, Senin 26/5/2026.


    Padahal, program kolaborasi Bappenas dan Kemensos RI ini dirancang sebagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian. Sasarannya jelas: meringankan beban harian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan mencegah kerawanan pangan.


    *Lurah Baru Angkat Tangan, Lempar ke BPS* 

    Dikonfirmasi terpisah, Plt Lurah Bila, Erwin, mengaku belum menguasai persoalan. Alasannya, ia baru bertugas di kelurahan tersebut. 


    “Untuk kepastian datanya, silakan ditanyakan langsung ke Badan Pusat Statistik (BPS) karena program ini menggunakan basis data dari mereka,” ujar Erwin.


    *SIN Sulsel Semprot BPS: Data Ngawur!* 

    Sekjen Lembaga Sipil Independen Nasional (SIN) Sulsel, A. Asis, mengkritik keras validasi data BPS di Soppeng. Menurutnya, data BPS tak sesuai fakta lapangan dan merugikan warga miskin.


    “Ada indikasi kuat sejumlah warga yang sebelumnya berada di kategori desil 1–4 justru melonjak drastis ke desil 6–10 (mampu). Ini jelas sangat merugikan masyarakat,” tegas A. Asis.


    Sebagai informasi, desil 1–4 adalah kategori warga miskin/rentan miskin. Sementara desil 6–10 masuk kategori mampu. Lonjakan desil ini membuat warga miskin otomatis _terdepak_ dari daftar penerima bantuan.


    Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Soppeng maupun BPS Kabupaten Soppeng terkait sengkarut data dan keluhan warga Kel. Bila ini.

    _Foto: Ilustrasi warga antre bantuan pangan. (NewsPost/Ist)_

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini