• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ketidakhadiran Bupati Soppeng di Konsolidasi Golkar Sulsel II Jadi Sorotan, Polemik Undangan Mengemuka

    NewsPost
    Senin, 18 Mei 2026, 12:42 WIB Last Updated 2026-05-18T05:42:23Z

      

     Soppeng, newspost, web. id, — Ketidakhadiran Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam agenda Konsolidasi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II menjadi sorotan publik dan internal partai. Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, bukan DPD II Soppeng.


    Hal itu merujuk pada surat undangan resmi bernomor 029/DPD-I/PGN/2026 tertanggal 2 Mei 2026. Undangan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Moh. Said, dan Sekretaris, Rahman Pina.


    Dalam keterangannya, Suwardi Haseng menyebut tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi dari DPD II Golkar Soppeng. Ia menegaskan bahwa pihaknya memilih tidak menghadiri konsolidasi yang digelar di Gedung Serbaguna La Patau, Soppeng, pada Sabtu, 16 Mei 2026.


    Namun pernyataan itu memicu perdebatan. Dokumen undangan yang beredar jelas mencantumkan bahwa inisiator kegiatan adalah DPD I Golkar Sulsel. Sumber internal menyebut DPD II Soppeng hanya menjalankan instruksi persiapan acara sesuai arahan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel.


    Konsolidasi ini mengundang pengurus DPD Partai Golkar Provinsi, anggota FPG DPR RI Dapil 2 Sulsel, anggota FPG DPRD Provinsi, serta pengurus kabupaten/kota se-Dapil 2 Sulsel.


    Sorotan publik semakin menguat ketika Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang juga pengurus DPD I Golkar Sulsel, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya dinilai mempertegas bahwa agenda itu bersifat struktural dan menjadi prioritas bagi pengurus provinsi.


    Dengan kondisi itu, banyak pihak menilai polemik “tidak menerima undangan” seharusnya tidak diarahkan kepada DPD II Soppeng. Kewenangan dan pelaksanaan undangan berada pada DPD I Golkar Sulsel sebagai penyelenggara.


    Hingga saat ini, alasan ketidakhadiran Suwardi Haseng masih menjadi pembahasan hangat. Publik menunggu klarifikasi lebih lanjut, mengingat posisinya sebagai kepala daerah sekaligus kader Golkar memiliki signifikansi besar dalam dinamika internal partai menjelang agenda strategis ke depan.


    _Laporan: PD. IWO Soppeng_  

    _Redaktur: Kamaruddin_  

    _Redaksi: Haerul, S_


    *Pena Tajam, Hati Lembut*  

    ✒️😊

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini