• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Program PM-AAS di Apanang Pakai Drone & Alat Tanam Canggih. Kementan Klaim Uji Coba 2025 Tembus 10,4 Ton/Ha

    NewsPost
    Jumat, 08 Mei 2026, 23:13 WIB Last Updated 2026-05-08T16:13:56Z

     

      Soppeng, http://newspost.web.id* – Kabupaten Soppeng resmi jadi percontohan nasional pertanian modern. Kementerian Pertanian RI bersama Pemkab Soppeng menggelar _Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS)_ di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat 8/5/2026.


    Program Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulsel ini langsung tancap gas di lahan 120 hektar. Rinciannya, 100 hektar di Liliriaja dan 20 hektar di Marioriawa, naik 24 kali lipat dari uji coba 2025 yang hanya 5 hektar.


    *Bupati Soppeng Suwardi Haseng* menegaskan PM-AAS adalah jawaban atas jeritan petani. “Cuaca tidak menentu, harga gabah anjlok, pupuk mahal, buruh tani langka. Teknologi hadir bukan gantikan petani, tapi bikin kerja lebih ringan, hasil naik,” ujarnya di hadapan ratusan petani.


    Suwardi menyebut Soppeng dipercaya karena _klaim Kementan_ uji coba 2025 di Marioriawa tembus 10,4 ton per hektar. “Tahun ini target 120 hektar harus berhasil. Apanang kita jadikan etalase pertanian modern Sulsel,” tegasnya.

    *Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan RI, Fadjry Jufri*, menyebut Soppeng 1 dari 4 kabupaten di Sulsel yang dapat PM-AAS bersama Sidrap, Bone, dan Maros. Ini buah dari kunjungan Menteri Pertanian ke negara maju. “Kementan kawal penuh. Tidak boleh gagal. Ini untuk ketahanan pangan nasional,” katanya.


    *Suara dari Lumpur Sawah*  

    *Salah seorang petani Kelurahan Apanang yang lahannya masuk program PM-AAS* mengaku lega dengan bantuan Kementan. “Alhamdulillah ada alat tanam modern dan drone. Biasa tanam 1 hektar butuh 7 hari dan 10 orang, sekarang 1 hari selesai. Biaya buruh hemat banyak,” ujarnya saat ditemui usai tanam perdana, Jumat 8/5/2026.


    Namun ia menitip pesan ke Bupati Suwardi Haseng dan Kementan RI. “Kami dukung penuh PM-AAS. Tapi tolong jaga 2 hal: *pastikan harga gabah saat panen raya tidak anjlok* dan *pupuk subsidi datang sebelum musim tanam*. Percuma produktivitas 10 ton kalau petani tetap rugi,” tegasnya.

    Dalam kegiatan itu, Kementan menyerahkan 7,5 ton benih unggul Inpari 48 dan Inpari 32 ke Bupati Suwardi Haseng. PT Pupuk Indonesia juga gelontorkan bantuan pupuk Petroganik ke Dinas TPHPKP Soppeng.


    Hadir: Tim Kementan, Tenaga Ahli Menteri, Forkopimda, Pj Sekda Soppeng, Camat Liliriaja, Tripika, penyuluh, dan ratusan petani.


    *Komitmen IWO Soppeng*: _PD IWO Soppeng akan mengawal PM-AAS dari tanam sampai panen. Pers pastikan program 120 hektar ini tidak berhenti di seremoni, tapi benar-benar naikkan kesejahteraan petani Apanang._


    *Pewarta: Tim IWO Soppeng*  

    *Editor: Kamaruddin, 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini