• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Nurmal Idrus: Tiga Nama Ini Bisa Jadi Kunci IAS Mengembalikan Kekuatan Golkar Sulsel

    NewsPost
    Minggu, 06 September 2026, 12:55 WIB Last Updated 2026-09-06T05:55:41Z

     


    Makassar, http://NewsPost web.id, -- Langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menyusun kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperlihatkan arah politiknya.


    Tiga figur disebut memiliki posisi strategis dalam rancangan struktur inti yang tengah disiapkan IAS, yakni Supriansa, Rahman Pina dan Amirullah Nur Saenong.


    Supriansa diarahkan sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, sedangkan Amirullah Nur Saenong disebut menjadi salah satu nama yang diperhitungkan untuk posisi Bendahara.


    Nama Supriansa dan Rahman Pina kini semakin terang setelah IAS menyatakan akan bersinergi dengan Supriansa dan menyebut Rahman Pina sebagai calon Sekretaris Golkar Sulsel.


    Di tengah proses tersebut, Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menilai komposisi tiga figur itu memiliki kalkulasi yang cukup kuat.


    Menurutnya, kekuatan ketiganya berbeda tetapi bisa saling mengisi.


    “Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal.


    Supriansa, Penggerak Mesin Partai


    Menurut Nurmal, Supriansa memiliki modal politik yang dibutuhkan untuk berada di posisi Ketua Harian.


    Jabatan tersebut dinilai tidak cukup hanya diisi figur yang memahami administrasi partai. Ketua Harian harus mampu bergerak cepat, menjaga komunikasi internal, sekaligus membantu ketua menghadapi dinamika organisasi.


    “Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.


    Nurmal menilai posisi Ketua Harian dapat menjadi salah satu titik penting dalam proses konsolidasi setelah dinamika Musda.


    “Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.


    IAS sendiri sebelumnya menyatakan akan bersinergi dengan Supriansa untuk membesarkan kembali Golkar di Sulsel. Supriansa juga menyatakan siap menerima penugasan partai.


    Rahman Pina, Penghubung Keputusan dan Kerja Organisasi


    Untuk posisi Sekretaris, Nurmal menilai Rahman Pina memiliki pengalaman yang relevan.


    Rahman Pina bukan figur baru dalam struktur Golkar Sulsel. Ia sebelumnya pernah menjadi Plt Sekretaris Golkar Sulsel dan kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel.


    “Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” kata Nurmal.


    Menurutnya, pengalaman tersebut dibutuhkan karena sekretaris harus mampu memastikan keputusan politik ketua diterjemahkan menjadi kerja organisasi.


    “Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” ujarnya.


    Dengan posisi tersebut, Rahman Pina dipandang dapat menjadi penghubung antara keputusan politik IAS dan implementasinya hingga ke struktur partai.


    Amirullah Nur dan Posisi Bendahara


    Sementara itu, Amirullah Nur Saenong dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat sisi finansial organisasi apabila dipercaya sebagai Bendahara.


    Nurmal menyebut pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dari kemampuan partai menjalankan agenda organisasi.


    “Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” jelasnya.


    Ia menilai Golkar Sulsel membutuhkan tata kelola keuangan yang kuat dan transparan agar agenda organisasi tidak hanya bagus di atas struktur, tetapi juga mampu dijalankan secara nyata.


    “Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” katanya.


    Bukan Sekadar Menentukan Jabatan


    Bagi Nurmal, persoalan utama IAS bukan lagi sekadar menentukan siapa yang mengisi posisi strategis.


    Pekerjaan yang lebih berat adalah menyusun struktur lengkap yang dapat mengakomodasi berbagai kekuatan di internal Golkar Sulsel.


    “Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat. Tinggal bagaimana komposisi di bawahnya disusun agar mampu mengakomodasi seluruh kekuatan yang ada di Golkar Sulsel,” ujarnya.


    Ia menilai Golkar Sulsel memiliki banyak figur dengan latar belakang dan kekuatan politik masing-masing.


    “Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.


    Karena itu, Nurmal menilai empat posisi teratas dalam struktur harus mampu menjadi simpul pemersatu.


    “Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.


    Kini, setelah posisi Ketua Harian dan Sekretaris mulai menemukan titik terang, perhatian bergeser pada komposisi lengkap kepengurusan IAS.


    Bagi IAS, struktur baru tersebut akan menjadi ujian pertama: mampukah ia bukan hanya membentuk kepengurusan, tetapi mengubahnya menjadi mesin politik yang solid untuk mengembalikan kekuatan Golkar di Sulawesi Selatan?


    (Petta Duga)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini