• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tiga Pilar Panincong Bergerak, Warga Diduga ODGJ Dijemput PSC Soppeng

    NewsPost
    Minggu, 06 September 2026, 18:16 WIB Last Updated 2026-09-06T11:16:49Z

     

    Soppeng, Newpost.web.id, Sinergi tiga pilar di wilayah Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, kembali terlihat dalam penanganan persoalan sosial di tengah masyarakat.


    Bhabinkamtibmas Desa Panincong dan Desa Patampanua, Brigpol Darwis, bersama Babinsa dan pemerintah setempat bergerak menangani seorang warga bernama Bahtiar yang diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa di Dusun Labuleng, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.


    Penanganan dilakukan setelah kondisi warga tersebut membutuhkan perhatian dan tindakan khusus. Petugas bersama unsur pemerintah setempat melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan kondusif.


    Tidak berlangsung lama, kondisi berhasil dikendalikan. Bahtiar kemudian dijemput oleh PSC Soppeng yang memiliki layanan khusus kejiwaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


    Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, persoalan yang dihadapi masyarakat harus direspons sesuai kebutuhan, termasuk ketika warga membutuhkan bantuan karena kondisi kesehatan jiwa.


    “Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan semua pihak. Warga yang membutuhkan penanganan khusus harus kita perlakukan dengan baik dan tidak boleh mendapatkan perlakuan yang dapat memperburuk kondisinya,” ujar Hari Budiyanto.


    Ia menilai kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah dan layanan kesehatan sangat diperlukan dalam menghadapi situasi semacam itu.


    “Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah setempat serta tenaga layanan kesehatan. Kolaborasi seperti ini penting agar setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kebutuhannya,” tambahnya.


    Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan warga yang diduga membutuhkan penanganan kesehatan jiwa.


    Menurutnya, langkah yang tepat adalah segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa atau pihak layanan kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.


    Penanganan Bahtiar menjadi salah satu contoh bahwa persoalan sosial di tingkat desa membutuhkan kerja bersama. Keamanan tetap dijaga, namun sisi kemanusiaan dan hak warga untuk mendapatkan penanganan yang layak juga menjadi perhatian.


    (Petta Duga)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini