Apresiasi tersebut disampaikan dalam suasana santai namun penuh keakraban saat **ngopi dan ngobrol bersama di Warkop Abadi, Jalan Kemakmuran**, yang kerap menjadi ruang diskusi terbuka antara aparat, pers, dan warga.
Menurut Muh. Fajri, kehadiran Serma Firdaus yang selalu terbuka, komunikatif, dan tidak berjarak dengan masyarakat merupakan contoh positif aparat TNI yang memahami pentingnya pendekatan persuasif dan dialogis di tengah kehidupan sosial.
“Figur aparat seperti ini patut diapresiasi. Selalu hadir di tengah-tengah pers, mau duduk bersama masyarakat, berdiskusi secara santai namun substansial. Ini mencerminkan TNI yang benar-benar dekat dengan rakyat,” ujar Muh. Fajri.
Ia menambahkan, sinergitas antara TNI, pers, dan masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan, keterbukaan informasi, serta membangun kepercayaan publik, khususnya di Kabupaten Soppeng.
Suasana ngopi santai tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi yang cair untuk bertukar pandangan, menyerap aspirasi, dan memperkuat kebersamaan tanpa sekat jabatan.
LPKN menilai, pendekatan humanis dan merakyat seperti ini perlu terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi seluruh elemen aparat dalam menciptakan iklim sosial yang harmonis, aman, dan kondusif. (Pettaduga.Redaksi)








