• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Perawat RSUD La Temmamala Luruskan Kronologi Pelayanan di Poliklinik Bedah: "Murni Miskomunikasi"

    NewsPost
    Jumat, 08 Mei 2026, 09:42 WIB Last Updated 2026-05-08T02:42:03Z

     

    Soppeng, newspost. web. id, - Menanggapi pemberitaan newspost. web. id 7/5/2026 Soal dugaan pelayanan tidak profesional, perawat Poliklinik Bedah RSUD La Temmamala memberikan hak jawab untuk meluruskan kronologi. 


    Sebut ini hak jawab atas berita tanggal 7/5/2026, 

    Terkait pemberitaan yang beredar mengenai dugaan sikap tidak profesional seorang perawat di RSUD Latemmamala Soppeng, pihak perawat yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya saat pelayanan pasien di Poliklinik Bedah, Kamis (7/5/2026).


    Menurut penjelasannya, saat itu dirinya sedang melengkapi data administrasi pasien sebelum proses pelayanan dilanjutkan. Ia menegaskan tidak pernah membedakan pelayanan antara pasien BPJS maupun pasien umum.


    “Awalnya saya hanya menyampaikan ke keluarga pasien agar menunggu sebentar karena data pasien sementara kami lengkapi. Dalam pelayanan tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan umum,” ujarnya.


    Ia menjelaskan, pasien yang dimaksud merupakan bayi berusia sekitar enam bulan sehingga diprioritaskan lebih cepat masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Saat proses pelayanan berlangsung, dokter sempat menanyakan status penggunaan BPJS kepada keluarga pasien.


    “Keluarga pasien menyampaikan sengaja masuk jalur umum karena ingin pelayanan lebih cepat,” jelasnya.


    Setelah pemeriksaan dokter, lanjutnya, keluarga pasien meminta surat pengantar ke bagian radiologi untuk pemeriksaan foto. Saat itu kondisi pelayanan masih berlangsung dan masih ada pasien lain yang sedang ditangani dokter.

    “Ketika ada keluarga pasien laki-laki masuk, saya hanya bilang sabar dulu pak, nanti dipanggil karena dokter masih melayani pasien lain. Tidak ada niat marah atau membentak,” terangnya.


    Ia mengaku terkejut karena pihak keluarga kemudian menilai dirinya berbicara dengan nada tinggi atau terlihat cemberut. Padahal menurutnya, dirinya sudah berusaha menjelaskan situasi pelayanan saat itu dengan baik.


    “Saya hanya meminta bersabar karena masih ada pasien lain. Mungkin terjadi kesalahpahaman sehingga keluarga pasien mengira saya marah,” katanya.


    Dirinya berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat serta menghindari kesimpangsiuran pemberitaan.


    “Pada prinsipnya kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien,” tutupnya. (H.R. alias pettaduga. Redaksi) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini