Pemerintah Berhasil Pindahkan Gerobak, Tapi Ekonomi Rakyat Belum Tentu Ikut
*SOPPENG, http://NEWSPOST.WEB.ID* – Sepekan setelah Pemerintah Kabupaten Soppeng merelokasi pedagang dari Pelataran Masjid Raya Darussalam dan Taman Kalong ke Taman Gapis, denyut ekonomi malam Kota Watansoppeng berubah. Kawasan lama lengang, sementara kawasan baru belum mampu menggantikan keramaian.
Pelataran Masjid Raya Agung Darussalam yang dulu jadi pusat aktivitas malam kini tampak lengang. Taman Kalong, ikon keramaian Soppeng bertahun-tahun, sepi. Lapangan Gasis dan pusat pertokoan kehilangan magnet masyarakat.
Harapan lokasi relokasi baru tumbuh justru berbanding terbalik. Sebagian besar gerobak masih tertutup. Sarana pendukung seperti penerangan, drainase, sanitasi, dan parkir tampak belum siap menopang aktivitas ekonomi rakyat.
Akibatnya: kawasan lama kehilangan keramaian, kawasan baru belum mampu menggantikannya.
Yang menarik, beberapa hari setelah relokasi, pasar malam di lahan tokoh masyarakat justru hidup. Masyarakat datang, pedagang berjualan, transaksi terjadi.
Ini pesan jelas: persoalannya bukan pedagang, bukan masyarakat. Persoalannya kesiapan lokasi relokasi. Keramaian lahir karena nyaman, mudah dijangkau, ada fasilitas, ada alasan berkumpul. Pemerintah boleh pindahkan gerobak, tapi tak bisa memerintah keramaian untuk ikut pindah.
*5 Catatan Evaluasi untuk Pemkab Soppeng*
1. Lengkapi sarana dasar Taman Gapis: lampu, sanitasi, drainase, air bersih, parkir, keamanan.
2. Hadirkan agenda rutin: festival, pasar rakyat, seni, biar masyarakat punya alasan datang.
3. Ukur data: jumlah pengunjung & omzet pedagang sebelum vs sesudah relokasi.
4. Buka dialog jujur dengan pedagang untuk dengar kendala nyata.
5. Berani menyesuaikan kebijakan jika evaluasi menunjukkan belum efektif.
Pemerintah boleh menata kota. Tapi jangan lupa, yang dihadapi bukan benda mati, melainkan mata pencaharian rakyat. Kota yang tertata tapi kehilangan keramaiannya bukan kota yang maju. Menjaga ekonomi rakyat adalah amanah yang lebih mulia.
_Catatan Warga Soppeng: Arham MSi La Palellung_
* Pelataran Masjid Raya Darussalam Watansoppeng tampak sepi pasca relokasi pedagang
* Suasana Taman Gapis lokasi relokasi pedagang yang belum ramai pengunjung
(Arham MSi La Palellung)










